Buleleng, 25 Mei 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng melaksanakan Rapat Koordinasi Perayaan Hari Suci Waisak bertempat di Ruang Rapat Kantor FKUB Kabupaten Buleleng, Senin (25/5). Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan penguatan sinergi antarinstansi serta tokoh lintas agama dalam rangka menjaga situasi daerah tetap aman, damai, dan harmonis menjelang pelaksanaan Hari Raya Waisak.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Ketua WALUBI Kabupaten Buleleng selaku perwakilan umat Buddha, serta unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng menyampaikan pentingnya membangun sinergi dan komunikasi yang baik antar seluruh pihak agar hasil koordinasi dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat. Hal tersebut dinilai penting guna menciptakan suasana yang aman, tertib, dan penuh toleransi selama pelaksanaan Hari Raya Waisak.
Sementara itu, Kepala Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng turut mengingatkan bahwa momentum Hari Raya Waisak tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Idul Adha, sehingga diperlukan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan saling menghormati antarumat beragama.
Sebagai tindak lanjut dalam menyebarluaskan pesan kedamaian dan toleransi, panitia juga menjadwalkan siaran bersama melalui RRI Singaraja dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak.
Melalui fasilitasi FKUB Kabupaten Buleleng, jajaran Forkopimda turut memberikan berbagai masukan dan saran guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan umat Buddha dapat berlangsung dengan aman dan kondusif. Adapun agenda kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi Pendalaman Dharma, pelepasan perjalanan pemuka agama menuju Borobudur, meditasi serentak, kegiatan donor darah, hingga perayaan di masing-masing vihara di wilayah Kabupaten Buleleng.
Ketua FKUB Kabupaten Buleleng dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa forum dialog dan koordinasi seperti ini merupakan instrumen penting dalam memperkuat pemahaman antarumat beragama sehingga dapat menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Kegiatan rapat koordinasi ditutup dengan sesi diskusi interaktif, foto bersama, serta pengambilan video ucapan bersama sebagai simbol komitmen menjaga harmoni dan kemajemukan di Kabupaten Buleleng.