Buleleng – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendaftaran dan Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 yang bertempat di Ruang Rapat Unit 4 Kantor Bupati Buleleng, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan Badan Kesbangpol Provinsi Bali, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buleleng, serta para pembina Paskibraka SMA/SMK se-Kabupaten Buleleng. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada pihak sekolah terkait mekanisme, persyaratan, serta tahapan seleksi calon anggota Paskibraka Tahun 2026, sekaligus mengintegrasikan standar rekrutmen sesuai dengan regulasi nasional.
Dalam sosialisasi tersebut disampaikan bahwa proses pendaftaran Paskibraka Tahun 2026 akan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Transparansi Paskibraka. Sistem ini diharapkan mampu mewujudkan proses seleksi yang lebih transparan, akuntabel, dan objektif. Adapun kuota pendaftaran ditetapkan maksimal delapan pasang putra dan putri dari masing-masing sekolah, sebagai upaya untuk memberikan pemerataan kesempatan bagi siswa-siswi berprestasi di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng.
Tahapan seleksi Paskibraka Tahun 2026 akan dilaksanakan secara berjenjang dan menyeluruh, meliputi seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan berbasis Computer Assisted Test (CAT), serta tes kesamaptaan yang direncanakan terpusat di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Bali. Selain itu, para peserta juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan kesehatan mata yang dilakukan oleh tim medis profesional guna memastikan kesiapan fisik calon anggota Paskibraka.
Panitia pelaksana menegaskan pentingnya kejujuran dalam pengisian data administrasi serta kesiapan fisik dan mental para calon peserta. Pihak sekolah juga diimbau untuk melaksanakan seleksi internal secara lebih selektif dan objektif, sehingga peserta yang diusulkan benar-benar memiliki komitmen, dedikasi, dan kesiapan mengikuti seluruh rangkaian seleksi hingga selesai. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir adanya peserta yang mengundurkan diri di tengah proses seleksi.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dapat memahami secara menyeluruh mekanisme seleksi Paskibraka Tahun 2026, sehingga proses rekrutmen dapat berjalan dengan tertib, transparan, dan menghasilkan generasi muda yang berkarakter, berdisiplin, serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.