(0362) 3312427
bkbp@bulelengkab.go.id
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng. Mengusung tema “Merdeka Versi Generasi Muda: Berdaya, Berkarya dan Berdampak”

Admin bkbp | 01 September 2026 | 69 kali

Buleleng, 31 Agustus 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng, Senin (31/8/2026). Mengusung tema “Merdeka Versi Generasi Muda: Berdaya, Berkarya dan Berdampak”, kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja ini menjadi ruang dialog bagi generasi muda dalam memaknai kemerdekaan serta memperkuat peran mereka dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan daerah.

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, S.H., Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng Gede Kurniawan, S.STP., Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, S.TP., M.P., Ketua KPU Kabupaten Buleleng Komang Dudi Udiyana, S.T., Ketua Bawaslu Kabupaten Buleleng I Kadek Carna Wirata, S.H., Dekan FHIS Undiksha Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd., serta perwakilan organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Buleleng.

Dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan Wakil Bupati Gede Supriatna, disampaikan bahwa momentum kemerdekaan perlu dimaknai secara konkret oleh generasi muda. Kemerdekaan bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga tanggung jawab generasi saat ini untuk memiliki kapasitas dan kemandirian, menghasilkan karya dan inovasi, serta memberikan manfaat nyata bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, demokrasi membutuhkan generasi muda yang cerdas dalam menentukan pilihan, kritis dalam menyikapi informasi, serta berintegritas dalam menjalankan hak dan kewajiban politik. Di tengah perkembangan era digital, generasi muda diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, provokasi, dan politik uang.

“Gunakan ruang digital sebagai ruang untuk berkarya, berdiskusi, berkolaborasi, dan menyebarkan energi positif,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut. Generasi muda juga diharapkan mampu menjaga persatuan, menghargai perbedaan, memiliki kesadaran hukum, serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi.

FGD menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, S.TP., M.P. yang membawakan materi “Generasi Muda Membangun Demokrasi Bersama”, serta Dekan FHIS Undiksha Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd. dengan materi “Peran Generasi Muda Mewarnai Kemerdekaan”. Diskusi dimoderatori oleh Koordinator Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Buleleng Gede Ganesha, S.TP.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. I Nengah Suastika menekankan bahwa generasi muda merupakan calon pemimpin dan penentu masa depan bangsa. Generasi muda diharapkan memiliki karakter yang kuat, melek ilmu pengetahuan dan teknologi, demokratis, nasionalis, serta mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kemerdekaan juga perlu dimaknai sebagai kebebasan dan kemandirian yang disertai kematangan moral, kesadaran hukum, serta tanggung jawab sebagai warga negara.

Sementara itu, I Dewa Agung Gede Lidartawan membahas makna demokrasi dan hak politik, tahapan pemilu, peran KPU, partisipasi masyarakat, hingga tantangan demokrasi di era digital. Ia mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi, termasuk memastikan diri terdaftar sebagai pemilih, menyebarkan informasi yang benar, menolak politik uang, serta berpartisipasi dalam pengawasan pemilu.

Generasi muda juga diajak menjadi pemilih digital yang cerdas dengan menerapkan prinsip 3T: Tahan, Telusuri, Tanggapi serta membiasakan diri untuk Stop, Check, Share sebelum menyebarkan informasi di ruang digital.

Melalui FGD ini, Kesbangpol Kabupaten Buleleng berharap terbangun pemahaman bersama bahwa semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Generasi muda diharapkan mampu menjadi generasi yang berdaya dengan memiliki kapasitas dan kemandirian, berkarya melalui kreativitas, inovasi dan prestasi, serta berdampak dengan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, daerah dan bangsa.

Sebagai tindak lanjut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buleleng akan terus mendorong penguatan komunikasi dan kolaborasi bersama OKP melalui berbagai program, antara lain pendidikan politik, wawasan kebangsaan, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan, serta kegiatan kepemudaan yang produktif dan konstruktif. Kegiatan FGD berlangsung aman dan lancar hingga berakhir pada pukul 19.15 WITA.