Singaraja – Rabu, 15 April 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng kembali menyelenggarakan Sosialisasi Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) tahun 2026. Kegiatan yang bertempat di kampus IAHN Mpu Kuturan Singaraja ini menyasar kalangan mahasiswa sebagai garda terdepan dalam merawat persatuan bangsa. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan IAHN Mpu Kuturan, Badan Kesbangpol Kabupaten maupun Provinsi Bali, serta menghadirkan para akademisi sebagai narasumber ahli.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor IAHN Mpu Kuturan menekankan bahwa pemahaman wawasan kebangsaan merupakan instrumen krusial bagi generasi muda untuk mengimplementasikan rasa nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan hal tersebut, Badan Kesbangpol Buleleng yang mewakili Sekretaris Daerah menyampaikan bahwa pemantapan wawasan kebangsaan bertujuan agar generasi muda mampu menghargai perbedaan di tengah kemajemukan, sekaligus mendorong para mahasiswa untuk mengisi kemerdekaan melalui karya nyata guna melanjutkan cita-cita luhur para pahlawan bangsa.
Kegiatan ini secara mendalam mengupas empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara:
- Pancasila: Ditekankan sebagai pedoman hidup dalam membentuk karakter dan filter bagi remaja dalam menghadapi tantangan era digital.
- UUD 1945: Sebagai konstitusi tertinggi yang menjadi dasar perlindungan hak warga negara, di mana mahasiswa didorong menjadi pengawas sosial dalam memperkuat wawasan kebangsaan.
- Bhinneka Tunggal Ika: Mengajarkan akar sejarah persatuan dalam keberagaman yang menuntut sikap toleransi aktif terhadap perbedaan suku, agama, dan budaya.
- NKRI: Menegaskan bentuk negara kesatuan sebagai kunci stabilitas nasional dalam menghadapi ancaman disrupsi digital dan ideologi transnasional.
Melalui sosialisasi PPWK ini, mahasiswa IAHN Mpu Kuturan diharapkan mampu berperan aktif sebagai agent of change yang memiliki kesadaran teritorial, budaya, dan intelektual. Dengan karakter yang kuat dan berwawasan kebangsaan, generasi muda Buleleng dipersiapkan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.