Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Moderasi Beragama bertajuk "Menanggalkan Intoleransi, Merajut Kolaborasi" di SMAN 1 Sukasada pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan FKUB Kabupaten Buleleng serta tokoh pimpinan lintas agama guna memperkuat komitmen toleransi di kalangan generasi muda. Kepala Bidang Pengembangan Nilai-Nilai Kebangsaan, Dra. Ketut Suseni Indrawati, M.A.P., menegaskan bahwa siswa-siswi merupakan garda terdepan sekaligus agen perubahan yang harus mampu menjaga keutuhan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
Puncak acara diisi dengan pemaparan materi komprehensif dari berbagai pemuka agama yang menekankan pentingnya menghargai perbedaan sebagai identitas bangsa. Tokoh-tokoh lintas agama dari MUI, MAKIN, Katolik, hingga MPUK memberikan perspektif mendalam mengenai moderasi beragama, mulai dari penguatan nilai Pancasila, pemahaman perbedaan cara peribadatan yang substantif, hingga ajaran kasih sayang antar sesama manusia. Generasi muda juga diingatkan untuk meningkatkan literasi digital agar mampu menyaring setiap informasi negatif atau provokasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa di media sosial.
Melalui sosialisasi ini, para siswa didorong untuk menanggalkan ego kelompok serta prasangka buruk guna menciptakan keselarasan hidup dalam bingkai kebhinekaan yang kokoh. Kerja sama antara kelompok mayoritas dan minoritas tanpa sikap ekstrem menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas nasional. Diharapkan dengan menjadikan nilai keagamaan yang moderat sebagai kompas moral, generasi muda SMAN 1 Sukasada dapat berkontribusi nyata dalam merajut kolaborasi demi masa depan Indonesia yang lebih harmonis, inklusif, dan bermartabat.