Singaraja, 12 Maret 2026 — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik yang bertempat di SMA Negeri 3 Singaraja, Jalan Natuna, Kelurahan Penarukan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, pada Kamis (12/3/2026) pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng dan diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari siswa-siswi kelas X SMA Negeri 3 Singaraja.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota KPU Kabupaten Buleleng Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Putu Arya Suarnata, S.Pd, Kepala Bidang Pengembangan Budaya Politik Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng Ketut Simbayasa, S.Sos., M.A.P, Kepala SMA Negeri 3 Singaraja Dr. I Putu Eka Wilantara, M.Pd, para guru pembimbing, siswa-siswi kelas X SMA Negeri 3 Singaraja, serta staf dari Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng dan KPU Kabupaten Buleleng.
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMA Negeri 3 Singaraja, Dr. I Putu Eka Wilantara, M.Pd. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan pendidikan politik ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para siswa untuk memperoleh pengetahuan mengenai proses demokrasi dan pemilihan umum. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya SMA Negeri 3 Singaraja telah mengimplementasikan praktik demokrasi di lingkungan sekolah melalui pemilihan Ketua OSIS, sehingga para siswa telah memiliki pengalaman awal dalam memahami proses demokrasi. Selain itu, beliau juga mendorong para siswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar atau berita hoaks terkait pemilu.
Selanjutnya, Kepala Bidang Pengembangan Budaya Politik Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng, Ketut Simbayasa, S.Sos., M.A.P, menyampaikan bahwa kegiatan pendidikan politik ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya demokrasi. Ia menjelaskan bahwa Badan Kesbangpol memiliki tiga tugas pokok utama, yaitu menjaga kerukunan umat beragama, melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik di masyarakat, serta menjaga stabilitas politik daerah, khususnya di Kabupaten Buleleng. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara serta mampu berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Materi utama sosialisasi disampaikan oleh Anggota KPU Kabupaten Buleleng Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Putu Arya Suarnata, S.Pd. Dalam pemaparannya dijelaskan mengenai konsep demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dalam pemerintahan, serta konsep Trias Politika yang membagi kekuasaan negara menjadi tiga bagian agar tercipta sistem pemerintahan yang saling mengawasi dan seimbang. Selain itu juga disampaikan mengenai pengertian politik menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dan pandangan ahli, peran penting pemungutan suara dalam sistem demokrasi, serta lembaga-lembaga penyelenggara pemilu di Indonesia seperti KPU, Bawaslu, dan DKPP.
Lebih lanjut dijelaskan pula mengenai syarat menjadi pemilih dalam pemilu, yaitu Warga Negara Indonesia yang telah berusia minimal 17 tahun atau sudah/pernah menikah serta tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan. Peserta pemilu di Indonesia meliputi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, calon anggota legislatif, serta calon kepala daerah. Dalam Pemilu Tahun 2024, jumlah pemilih didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z, sehingga peran generasi muda sangat penting dalam menentukan arah demokrasi di Indonesia.
Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman bahwa politik memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti dalam kebijakan pendidikan, telekomunikasi, pembangunan, serta berbagai kebijakan publik lainnya. Oleh karena itu, masyarakat khususnya generasi muda diharapkan memiliki sikap kritis, mampu menyaring informasi, serta tidak mudah mempercayai berita yang belum terverifikasi kebenarannya.
Melalui kegiatan ini, para siswa juga didorong untuk aktif berdiskusi, menyampaikan pendapat, serta belajar menghargai perbedaan pandangan sebagai bagian dari proses pembelajaran demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab.
Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara pemateri dengan para siswa, serta diakhiri dengan sesi foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar hingga berakhir pada pukul 11.30 WITA.
Melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik ini diharapkan para pelajar sebagai generasi muda dapat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai demokrasi, serta mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di masa mendatang.