(0362) 3312427
bkbp@bulelengkab.go.id
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Sosialisasi Pendidikan Politik yang di selenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan KPU Kabupaten Buleleng di SMA N 1 Sawan

Admin bkbp | 06 Oktober 2026 | 78 kali

Buleleng, 6 Oktober 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik di SMK Negeri 1 Sawan, Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WITA tersebut diikuti oleh sekitar 70 siswa kelas X, XI, dan XII sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap demokrasi dan kehidupan politik di Indonesia.

Kegiatan dihadiri oleh Anggota KPU Kabupaten Buleleng Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, Putu Arya Suarnata, S.Pd., M.Pd., Kabid Pengembangan Budaya Politik Kesbangpol Kabupaten Buleleng, Ketut Simbayasa, S.Sos., M.AP., Wakasek Humas SMK Negeri 1 Sawan, Ida Ayu Ngurah Sulasminiyati, S.Pd., M.Pd., serta staf Kesbangpol dan KPU Kabupaten Buleleng. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan bahwa pendidikan politik penting diberikan kepada generasi muda agar memiliki pemahaman yang baik mengenai dinamika politik serta mampu mempersiapkan diri menjadi pemilih yang bijak dan bertanggung jawab.

Kabid Pengembangan Budaya Politik Kesbangpol Kabupaten Buleleng, Ketut Simbayasa, menyampaikan bahwa pendidikan politik tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilu, tetapi juga mencakup pemahaman mengenai kehidupan demokrasi serta hak dan kewajiban sebagai warga negara. Generasi muda diharapkan dapat berpartisipasi secara aktif, kritis, rasional, dan bertanggung jawab, termasuk dalam menentukan pilihan berdasarkan informasi yang benar serta tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong, hoaks, maupun informasi yang berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan.

Sementara itu, Anggota KPU Kabupaten Buleleng, Putu Arya Suarnata, memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip demokrasi, Trias Politika, pentingnya pemilu, serta peran penyelenggara pemilu yang terdiri dari KPU, Bawaslu, dan DKPP. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai hak pilih, pentingnya partisipasi masyarakat dalam pemilu, serta besarnya peran generasi muda dalam menentukan arah demokrasi Indonesia. Dalam penyampaiannya, siswa juga diajak untuk membangun budaya demokrasi sejak di lingkungan sekolah melalui kebiasaan berdiskusi, menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, serta menghargai perbedaan pandangan.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya memahami proses pemilu dan demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu menjadi generasi yang cerdas dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar. Setiap informasi perlu diklarifikasi, dibandingkan, dan ditelaah sebelum dipercaya maupun disebarluaskan. Dengan pemahaman politik yang baik sejak dini, generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi pemilih yang kritis, rasional, cerdas, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi di masa mendatang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan foto bersama serta berakhir pada pukul 11.30 WITA dalam keadaan aman dan lancar.