(0362) 3312427
bkbp@bulelengkab.go.id
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

Sosialisasi Pendidikan Politik yang di selenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan KPU Kabupaten Buleleng di STIKes Buleleng

Admin bkbp | 29 September 2026 | 67 kali

Buleleng, 28 September 2026 — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik di STIKes Buleleng, Jalan Raya Air Sanih, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Senin (28/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut diikuti sekitar 100 peserta dan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman generasi muda, khususnya pemilih pemula, mengenai demokrasi, politik, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan turut dihadiri Ketua KPU Kabupaten Buleleng Komang Dudhi Udiyana, S.T., Anggota KPU Kabupaten Buleleng Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Putu Arya Suarnata, S.Pd., serta Rektor STIKes Bungkulan yang diwakili Kepala Biro Humas, Protokol dan Kerja Sama Dr. Ns. I Wayan Antariksawam, S.Kep., M.AN., DNM. Hadir pula Kepala SMK Negeri 1 Tejakula Nyoman Agus Darmawan Bukian, S.Pd., beserta jajaran dan staf KPU Kabupaten Buleleng.

Dalam sambutannya, Dr. Ns. I Wayan Antariksawam menyampaikan permohonan maaf karena Rektor STIKes Buleleng berhalangan hadir akibat adanya agenda kampus lainnya. Ia juga mengajak para peserta untuk mencermati materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut agar dapat memahami dan menjalankan kehidupan demokrasi dengan baik sebagai pemilih pemula.

Sementara itu, Putu Arya Suarnata dalam penyampaian materinya menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Daerah melalui Kesbangpol Kabupaten Buleleng dengan KPU Kabupaten Buleleng dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa salah satu karakteristik yang perlu dimiliki oleh pemilih adalah menjadi pemilih cerdas, yaitu warga negara yang menggunakan hak pilihnya secara rasional, kritis, dan berintegritas dalam pelaksanaan pemilu.

Materi juga membahas konsep demokrasi dan Trias Politika. Demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan, sedangkan Trias Politika merupakan konsep pembagian kekuasaan untuk mencegah terjadinya pemusatan kekuasaan serta menciptakan mekanisme keseimbangan dan pengawasan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai pengertian politik, peran pemungutan suara dalam demokrasi, serta tugas lembaga penyelenggara pemilu, yaitu KPU, Bawaslu, dan DKPP. Pemungutan suara dijelaskan sebagai salah satu bentuk perwujudan kedaulatan rakyat sekaligus sarana untuk mewujudkan pergantian kepemimpinan secara damai dan konstitusional.

Dalam materi mengenai kepemiluan, peserta juga diberikan pemahaman mengenai persyaratan menjadi pemilih serta peserta pemilu. Generasi muda menjadi salah satu kelompok penting dalam pemilu karena memiliki jumlah pemilih yang besar dan turut berperan dalam menentukan arah demokrasi di Indonesia.

Pembahasan kemudian dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Politik tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pemerintahan atau pejabat negara, tetapi juga memiliki dampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti pendidikan, telekomunikasi, pembangunan, transportasi, hingga berbagai kebijakan publik lainnya.

Para peserta juga diajak untuk memahami pentingnya sikap kritis dalam kehidupan demokrasi. Perbedaan pendapat merupakan bagian yang wajar dalam demokrasi selama disampaikan secara baik dan bertanggung jawab. Selain itu, masyarakat, khususnya generasi muda, diingatkan agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar, melainkan melakukan klarifikasi, membandingkan sumber, dan menelaah informasi sebelum mengambil kesimpulan.

Pendidikan demokrasi sejak dini juga dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang mampu menyampaikan pendapat, berdiskusi, serta mengemukakan gagasan secara terbuka. Lingkungan pendidikan menjadi salah satu ruang penting dalam menumbuhkan budaya demokrasi melalui kebiasaan berdiskusi dan menghargai perbedaan pandangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan narasumber. Melalui sesi tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait demokrasi, politik, serta pelaksanaan pemilu.

Kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik kemudian ditutup dengan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 12.00 WITA dan berlangsung dengan aman serta lancar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan generasi muda di Kabupaten Buleleng semakin memahami pentingnya demokrasi, mampu bersikap kritis terhadap informasi, serta dapat berpartisipasi secara cerdas dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.