Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng mendampingi kegiatan dialog interaktif bertajuk "Harmoni Imlek - Merawat Kebhinekaan dalam Semangat Tahun Baru" yang disiarkan melalui RRI Singaraja pada Kamis, 12 Februari 2025. Dalam dialog tersebut, Ketua FKUB Buleleng, DR. I Gde Made Metera, M.Si., menekankan bahwa perayaan Imlek merupakan cerminan kekayaan budaya yang memperkokoh moderasi beragama, di mana FKUB berkomitmen penuh mengawal kerukunan tanpa mencampuri urusan internal agama. Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng menyampaikan bahwa pemahaman mendalam terhadap keberagaman tradisi merupakan implementasi program Asta Cita Presiden untuk memperkuat harmoni sosial dan persatuan nasional di wilayah Buleleng.
Ketua MAKIN Kabupaten Buleleng, Tjhie Su Liong, memaparkan nilai historis dan spiritual dari hari Raya Imlek.Rangkaian ritual yang dimulai dari Upacara Dewa Dapur hingga puncak persembahyangan di Klenteng pada 17 Februari mendatang, dijelaskan mengandung nilai edukasi kemanusiaan seperti tradisi berbagi rezeki (angpao) dan penghormatan kepada leluhur. Melalui penjelasan mendalam mengenai makna dari perayaan Imlek, pemerintah berharap masyarakat luas dapat memandang perayaan Iini bukan hanya sebagai ritual kelompok tertentu, melainkan sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional yang mempererat tali persaudaraan dan jati diri Buleleng sebagai rumah yang damai bagi semua umat.