Singaraja, 21 Februari 2026 – Telah dilaksanakan kegiatan Pembentukan Kepengurusan Baru Pratisentana Bandesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Buleleng Periode 2026–2031 dalam agenda Lokasabha VI PBMM Kabupaten Buleleng, bertempat di Gedung Nakula Sahadewa, Kampus STIE Satya Dharma Singaraja, Kelurahan Kendran, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, pada Sabtu (21/2/2026) pukul 10.30 Wita.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, dan diikuti kurang lebih 500 peserta yang terdiri dari pengurus, anggota, perwakilan wilayah, serta undangan terkait.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Camat Buleleng, Lurah Kendran, para Ida Pandita dan tokoh agama, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Bali, Anggota DPRD Kabupaten Buleleng, Ketua PBMM Provinsi Bali, Kelian Desa Adat Buleleng, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Kendran, Pecalang Banjar Penataran, serta para pengurus dan semeton PBMM Kabupaten Buleleng.
Rangkaian Kegiatan :
Acara diawali dengan Tari Penyambutan Sekar Jagat, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta laporan Ketua Panitia. Dalam laporannya disampaikan bahwa Lokasabha VI merupakan amanat organisasi sebagai tindak lanjut berakhirnya masa bakti kepengurusan sebelumnya, sekaligus momentum regenerasi kepemimpinan yang dilaksanakan secara demokratis dan transparan.
Adapun tujuan kegiatan meliputi evaluasi laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya, perumusan arah kebijakan dan program kerja ke depan, serta pemilihan dan penetapan kepengurusan baru Periode 2026–2031 melalui mekanisme sidang pleno dan/atau sidang komisi.
Sambutan-Sambutan :
Ketua PBMM Kabupaten Buleleng menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan dengan baik serta menegaskan bahwa Lokasabha merupakan momentum mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan menyusun langkah strategis organisasi. Disampaikan pula komitmen untuk memperkuat persatuan semeton, pembenahan administrasi dan database anggota, serta peningkatan pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Ketua PBMM Provinsi Bali dalam sambutannya menekankan bahwa Lokasabha bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum evaluasi dan konsolidasi organisasi. Diharapkan kepengurusan baru mampu memperkuat soliditas internal, meningkatkan kualitas administrasi, mengembangkan program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan nyata anggota, serta menjaga marwah organisasi. Ditegaskan pula bahwa PBMM berdiri atas dasar persatuan dan kebersamaan, bukan sebagai wadah penyebaran paham atau aliran tertentu, serta harus tetap menjunjung adat, budaya, dan nilai-nilai agama.
Sementara itu, Bupati Buleleng dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai organisasi sosial-religius yang berlandaskan tiga kerangka dasar Agama Hindu (tatwa, susila, dan upacara), PBMM diharapkan mampu tampil lebih mapan dan berperan aktif dalam pembangunan jasmani dan rohani, baik sekala maupun niskala. Beliau juga mengajak seluruh peserta Lokasabha untuk melanjutkan visi dan misi organisasi dengan berpegang teguh pada dharmaning agama dan dharmaning negara demi terciptanya keharmonisan dan suasana kondusif, khususnya di Kabupaten Buleleng.
Penutup :
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan piagam penghargaan kepada pengurus lama, peresmian Lokasabha VI yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Buleleng, serta sesi foto bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.50 Wita dan berjalan dengan aman, tertib, serta lancar.
Demikian berita resmi ini disampaikan sebagai bentuk pelaporan atas terlaksananya kegiatan Lokasabha VI PBMM Kabupaten Buleleng.